Kehidupan saya rasanya terbagi
dalam 3 (tiga) dunia. Pertama, dunia
kerja, dilanjutkan dunia kuliah, dan terakhir dunia keluarga. Saya menginginkan tablet yang bisa menemani
saya menjalani pekerjaan serta kehidupan sehari-hari. Sebuah tablet premium dengan harga
terjangkau. Kira-kira ada tidaknya
tablet seperti yang saya maksud? Ternyata
ada dan pilihan saya jatuh pada Asus ZenPad C 7.0. Banyak alasan mengapa saya memilih tablet ini.
![]() |
Asus Zenpad C 7.0 tersedia dalam 4 (empat) warna |
Asus ZenPad C 7.0 adalah produk
terbaru dari perusahaan gadget asal Taiwan.
Berbeda dengan ZanPad 8.0 yang merupakan tablet non-SIM card, kali ini Asus
ZanPad hadir dengan slot SIM card
sehingga tetap dapat digunakan untuk berkomunikasi. Asyik ngga tuh!
Asus ZenPad C 7.0 diperkenalkan
pertama kali pada ajang Mobile World
Congress 2015 di Barcelona, Spanyol. Mempunyai ukuran dimensi bodi Asus
ZenPad :189 x 110.9 x 8.7 mm, tidak berbeda jauh dengan Asus ZenPad S 8.0. Sedangkan beratnya mencapai 272 gram. Asus Zenpad merupakan tablet 7 inci dengan
rasio layar terhadap badan perangkat mencapai 72 %.
Tampilan casing belakang yang
menyerupai kulit dengan sekelilinginya diberi garis metalik yang memberi kesan
elegan. Garis metalik ini juga
dilapisi dengan teknologi Non Conductive
Vacuum Metalization (NCVM) untuk melindungi casing dan layar. Pada sisi sebelah kanan bodi diletakkan
tombol volume dan power.
Pada bagian bawah diletakkan Port
mini USB, sementara bagian atas terdapat jack audio. Jadi enak kalau
saya taruh di saku jaket (sakunya memang besar muat untuk tablet), kabel audio
tidak akan kusut. Atau diletakkan di dalam
tas pun juga tidak masalah.
Sesuai namanya, tablet ini
menggusung filosofi Zen yang
menyeimbangkan antara keindahan dan kekuatan. Tersedia dalam 4 (empat) varian warna yang
mengagumkan : Obsidian Black, Pearl
White, Glamour Red, dan Aurora Metallic.
Dilengkapi dengan dapur picu Intel Atom x3 C3230 quad-core 64 bit
berkecepatan 1,2 GHz dengan varian
memori RAM 1 GB dan 2 GB. Kalau saya akan pilih 2 GB biar lebih
ngacirrrr.....sudah dilengkapi dengan Android
5.0 Lollipop . Untuk urusan grafis,
serahkan saja pada ahlinya, yaitu Mali
450MP4. Tampilan menjadi lebih
keren.
Prosesor Intel dengan kode nama
SoFIA ini terintegrasi penuh dengan semua komunikasi untuk smartphone dan
tablet. Semestinya pakai logo macam di
PC atau laptop ya.... Intel Inside. Pasti keren tuh! Karena prosesor Intel sendiri sudah menjadi
jaminan mutu.
ZenPad C 7.0 menggunakan sensor
cahaya bersama teknologi Tru2Life agar layar dapat
menyesuaikan tingkat kecerahan saat dipakai di luar ruangan dengan cahaya
matahari yang terik. Jadi saya bisa
pakai foto-foto saat liburan di Pantai Kuta di Bali atau Pantai Manggar di
Balikpapan tanpa takut foto menjadi gelap.
Kalau mendapat tugas survey jalan dan jembatan saya juga tidak kesulitan
untuk memotret.
![]() |
Teknologi Tru2Life membuat gambat menjadi tajam |
Tablet ini juga dilengkapi dengan
Asus
Blueflight Filter. Bila pada layar konvesional pancaran sinar biru
membuat mata cepat lelah, dengan teknologi fulter ini akan mengurangi emisi
cahaya biru agar lebih nyaman untuk mata pengguna.
Memiliki resolusi 1024x 600
piksel dengan kerapatan layar mencapai 170 ppi pixel density yang mampu menampilkan kecerahan dan kokontrasan yang
sangat baik karena telah dilengkapi dengan teknologi layar IPS (In Plane Switching).
IPS merupakan teknologi panel pada LCD
yang memungkinkan panel tersebut memiliki lebar dengan sudut penglihatan yang
lebih baik dibandingkan panel konvensional.
Layar IPS dengan teknologi Asus Visual Master diklaim memiliki
sudut pandang lebih luas mencapai 178 derajat.
Layar IPS menghasilkan gambar yang lebih bagus dan cocok untuk mereka
yang suka fotografi.
Layarjuga dilindungi dengan Oleophobic
Coating sehingga akan melindungi
layar dari cipratan air atau goresan.
Selain itu Zenpad C 7.0 telah dilengkapi dengan teknologi deteksi multi
jari sehingga dapat mendeteksi hingga 10 sentuhan jari (jangan ditambah 10 jari
kaki ya, he..he..)
Dilengkapi dengan kamera utama
beresolusi 8 MP aperture f/2.0 tanpa dibekali LED Flash. Lho gimana iki,
kok tanpa LED Flash? Bagaimana kalau mengambil gambar di malam
hari atau tempat yang kurang pencahaya?
Eitts jangan salah, teknologi kamera pada tablet ini tetap dapat mengambil
foto terbaik dengan resolusi tinggi. Mode Low Light terbaik di industri
menggunakan teknologi penggabungan piksel untuk mengambil gambar 400% lebih terang
saat malam atau lingkungan minim cahaya tanbpa butuh tambahan LED Flash. Begitu ceritanya mengapa meski tanpa lampu
kilat, hasil foto yang dihasilkan tetap tajam.
Jadi jangan khawatir memotret
sang kekasih saat candle light dinner,
bakal kelihatan kok wajahnya.
Selain itu ada fitur Geo-tagging, HDR (High Dynamic Range), dan
Panorama.
Fitur Geo-tagging adalah proses identifikasi geografis metadata untuk
berbagai media seperti media seperti foto, video, website, atau RSS feed dan
merupakan bentuk metadata geospasial.
Jadi kalau saya memotret obyek tertentu dapat dicari informasi dan
berita terkait lokasi spesifik. Dengan
catatan : fitur Geo-tagging ini telah
diaktifkan. Jadi bisa rekreasi sekaligus
menambah wawasan.
Fitur HDR mampu menghasilkan
kualitas foto yang lebih baik dan pencahayaan yang mempesona. HDR
mengatur kualitas foto apabila kualitas cahaya
berlebih atau sebaliknya jika kurang cahaya. Sedang
fitur Panorama adalah fitur mengambil gambar dari berbagai jenis
tampilan dan mengabungkan gambar-gambar tersebut menjadi utuh sehingga membuat
bidang gambar menjadi lebih luas.
Belum lagi fitur Intellegent
Contrast yang melakukan analisa dan optimasi setiap piksel dari gambar
sebelum ia direproduksi, untuk mengatur detail yang lebih baik area terang dan
gelap dengan 200% tingkat kontras yang lebih luas. Asus ZenPad C 7.0 juga menyematkan teknologi TruVivid
untuk menyempurnakan kejernihan, kecerahan, dan tingkat responsifitas pada
layar. Ditambah dengan teknologi Asus
Splendid untuk mengatur warna, kecerahan, kontras, dan ketajaman gambar
sesuai kebutuhan.
Untuk kamera depan untungnya
sudah 2 MP, jadi saya masih dapat berselfie ria dengan bahagia. Padahal dengar desas-desus, awalnya kamera depan ini hanya VGA. Ternyata hanya isapan jempol saja....
Tersedia pula slot internal memory dalam 3 (tiga)
varian yaitu 8 GB, 16 GB, 32 GB. Tinggal
pilih sesuai kebutuhan Anda. Selain itu
tersedia external memory hingga
128GB. Jadi saya bisa memasukkan banyak
musik, e-book, film, foto, di dalam external memory ini. Kalau mau pindahkan ke laptop.PC. Tinggal cabut saja external memory-nya. Atau
kalau tidak mau repot-repot, tinggal colok kabel data ke laptop/PC. Gitu
saja kok repot, kata Gus Dur.
Untuk konektivitas tersedia WiFi,
GPS, dan Bluetooth. Seperti kelas di
atasnya ZenPad 8 dan ZenPad 10, tablet ini juga dilengkapi dengan teknologi Asus
Audio Cover. Audio ini
menghadirkan suara sinematis dengan kanal surround 5.1. DTS-HD Premium Sound dan teknologi SonicMaster
membuat kita betah berlama-lama mendengarkan musik.
Yang disayangkan, tablet ini
tidak dilengkapi dengan jaringan 3G HSDPA untuk internet-an dan hanya didukung
layanan WiFi. Jadi agak susah ya kalau
di bus atau di perjalanan tidak ada WiFi.
But don’t
worry be happy, untuk mensiasatinya dapat mengandalkan internal dan external memory
yang besar.
Saya akan mengisinya dengan film,
games, dan lagu-lagu terbaru. Jadi kalau ada jaringan WiFi, puas-puasan
tuh isi external memory. Isi sepuasnya
ya, sob. Kalau perlu punya external memory cadangan untuk diisi
dengan pilihan yang lain. Tapi saya
rasa external memory sebesar 128 GB
sudah lebih dari cukup.
Saat kuliah di Sabtu dan Minggu,
saya bisa membuka materi-materi kuliah di tablet. Tampilan layarnya yang tajam namun lembut di
mata, membuat saya nyaman untuk belajar.
Begitu pula saat jenuh menunggu jam pelajaran mata kuliah (kadang jeda
antara satu mata kuliah dengan mata kuliah yang lain bisa lima jam), saya memainkan
games balapan Asphalt atau FIFA15. Gambar yang dihasilkan begitu tajam dan
jalannya permainan juga tidak akan tersendat-sendat karena terbatasnya kerja
prosesor.
Dibekali dengan baterai
Non-removable Li-po3950 mAh, sehingga lebih tahan lama yang diklaim
mampu bertahan selama 8 jam saat digunakan bekomunikasi atau saat menikmati
konten multimedia. Jadi selama office hour tablet ini bisa dipakai
terus menerus. Tapi kalau mau pulang
kantor jangan lupa di-charge lagi
buat teman di perjalanan. Bete ‘kan
kalau di perjalanan bengong saja, apalagi kalau naik moda transportasi umum
macam bus atau kereta api. Bodi yang un-removable
atau unibody ini membuat Asus
Zenpad C 7.0 begitu langsing dan ringan.
Malam menjelang tidur saya bisa
setel film atau video music. Kadang juga
bisa dipakai nonton video karaoke sambil bernyanyi. Siapa tahu nanti bisa ikutan audiensi Indonesia Idol atau Faktor X.
Apalagi saya juga kuliah. Jadi saat senggang atau dalam perjalan di bus
saya bisa baca-baca buku digital tentang materi kuliah. Biar nilai jangan sampai rantai karbon
(C-C-C-C-C) alias C melulu. Layar yang
lebar membuat saya lebih mudah membaca literatur atau jurnal-jurnal. Saya juga bisa membaca memo dinas yang sudah
dibuat menjadi pdf untuk menyiapkan draft jawabannya. Sehingga tidak banyak waktu yang terbuat
percuma.
Jangan salah, saya juga bisa
masak sehingga Asus Zenpad bakal menemani saya di dapur untuk memasak capcay,
soto, klepon, atau makanan lainnya.
Tinggal buka catatan atau file pdf di tablet dan taruh tablet dekat
bahan-bahan makanan, beres deh. Saya
senang, semua senang. Saya sedih, semua
sedih (karena masakannya keasinan atau gagal, he..he..).
Baik dalam perjalanan atau di
rumah (terutama menjelang tidur), saya suka menghapal doa-doa baru atau membaca
Al Quran. Rasanya setelah seharian
bekerja atau kuliah, tubuh yang lelah perlu di-charge kembali dengan ayat-ayat
suci supaya tidur menjadi nyenyak dan bangun keesokan harinya dengan
segar. Tak lupa saya mengaktifkan
fungsi alarm pada Asus Zenpad C 7.0 untuk membangunkan sekaligus mengingatkan
waktu shalat subuh.
Terakhir, bagaimana dengan
harganya? Jangan khawatir, tablet dengan
spesifkasi premium ini harganya terjangkau kok.
Asus Zenpad C 7.0 akan menjadi
kekasih, isteri/suami kedua yang setia. I’ll be
right here waiting for you.
Sumber foto : Asus Indonesia
Zenpad 7 theatre sering panas dan kalo da gitu langsung mati, mesti nunggu bbrp menit di ON bisa lg. Cukup merepotkan juga kalo lg seru2x main game lgsung mati padahal da dibela2in bolos sekolah..😊 updatefirmware/system blm bisa beri solusi..,makanya kalo lg main game signal, paket data dimatiin atw di flight mode ataw cari app coller apa aj yg bisa bantu dinginkan perangkat baru sedikit agak nyaman..apesx ga bisa main game online deh.
BalasHapusTrus, audio coverx memang mantap tpi hanya bisa digunakan bbrp menit aj, ya -+ 15 menitanlah udahannya suaranya kresek2 atw keseringan putus putus. Makanya ane ga pake tuh cover audiox krn disamping suara putus2..nambah beban berat di ipad ane, maklumlah di cover nyantol battere tersendiri utk nunjang suara DTSnya.Urusan lainx zenpad 7 theatre ok punya. Tampilan oke very elegant, ringan, ditunjang app bawaan zenUI yg keren utk update tampilan pad ane..pokoke ga usah ragu ma fitur lainnya deh..top. Ane sih berharap ASUS bisa kasi solusi speed to varios utk ngatasin keluhan ane yg ternyata stelah ane banyak baca didumay , dugaan ane kykx keluhan ane mjd keluhan simpatisan Pad Asus sedunia. Asus adl company besar yg mampu pecahkan ni persoalan makax ane yakin asus bisa kasi solusi super Fast. Ane kan pencinta Asus laptop ane jg asus, ane jdi kepikiran koq asus ga benamkan teknology ice coolernya di ipad asus seperti di laptop asus. Ane akuin top banget teknologi ice coller dilaptop asus . Ane sih pake asus X450C walau pake berjam bahkan seharian suhunya dingin kyk ga digunakan.Ane jdi terinspirasi utk ngusulin asus biar ice coolerx di cloning ke iped asus..wow pasti keren. Tapi utk problem yg ane rasain skrg asus ngasi solusilah biar kita2 ga kecewa. Send aja lgsg solusinya di email ane "iksan.adv@gmail.com"
Uda dulu chatx ya.. 😁 Moga asus makin jaya dijagatraya.
bagus yah model hp nya
BalasHapuskapasitas bucket excavator