Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Mei 2014

Bi-Pro Magazine Menuju Situs Nomor 1 Bipro (Bisnis dan Promosi)

Bi-pro Magazine kini telah hadir dalam blantika pemberitaan di media internet melalui situs www.bipro-magazine.com.  Situs yang launching pada pukul 10.00 WIB tanggal 11 Desember 2013 di Pekan Baru.  Waktu launching dilambangkan sebagai deretan angka 10 11 12 13 (nomor cantik) mempunyai makna khusus yakni peningkatan.  Terus menanjak dan berkembang tak hanya dari segi kuantitas tetapi kualitas berita.    
Bi-pro sendiri diambil dari penggalan dua kata yaitu Bisnis dan Promosi.  Ini sebagai pembeda dengan situs lainnya.    Bi-pro Magazine memfokuskan pada publikasi dan promosi kegiatan pemerintah, perusahaan swasta, BUMN, maupun pribadi.   Lalu mengapa Bi-pro Magazine bukan Bi-pro news atau newspaper?  Bukankah magazine  sifat pemberitaannya lebih berkala sedangkan news selalu update setiap saat.  


Dari profil situs Bi-pro Magazine sendiri terjawab, bahwa situs ini berbeda dengan news portal lain dengan liputan yang lebih terencana, terarah, dan komunikatif serta selalu update setiap saat.  Selain itu adanya AFTA (Asean Free Trade Agreement) pada 2015 membuat persaingan di dunia publikasi dan promosi akan semakin penting bagi perusahaan di Indonesia untuk bersaingan dengan perusahaan ASEAN lainnya.  Di sinilah letak peran Bi-pro Magazine untuk membantu mengembangkan iklim investasi di Indonesia.  
Saat ini memang masyarakat membutuhkan data yang cepat dan akurat serta dimana saja mengenai bisnis dan properti.   Era mobile data menjadi faktor utama pendorong peralihan life style masyarakat dalam mencari berita dan informasi.   Sehingga orang sedang di bus, bandara, ruang tunggu, dan tempat lainnya dapat mengakses infomasi.    Sebab itu Bi-Pro Magazine kini hadir di adroid dan dapat didownload di situs mereka.   Di sini terlihat bahwa managemen Bi-Pro Magazine jeli melihat pasar.  Diperkirakan tahun ini perkembangan pengguna adroid meningkat 189 persen dibanding tahun lalu.



Belakangan semakin banyak perusahaan mengubah bidang usaha media cetak mereka menjadi media digital. Beberapa contoh perusahaan yang menutup usaha koran atau majalah menjadi digital seperti seperti Newsweek, The Miami Herald, The Detroit News, Boston Globe, dan Asian Week.   Mereka menyadari potensi besar industri digital hingga hampir semua surat kabar besar mempunyai situs berita.   Persaingan di media digital menjadi semakin panas dan ketat.    Bi-pro Magazine menyadari akan potensi dari market ini terutama terkait biang bisnis dan promosi. .      
Bi-pro Magazine menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan masyarakat.  Berbagai informasi tersedia di website ini.  Dari webite tersedia berbagai ragam berita mengenai bisnis, informasi, dan pariwisata.  Selain itu dalam situs Bi-pro Magazine juga ada beberapa informasi lainnya seperti produk, fashion, kuliner, budaya, dan hotel. 
Dalam situs Bi-pro Magazine juga terdapat update berita mengenai perbankan, inverstasim, properti, socmed, hiburan.  Namun ada satu informasi yang rasanya perlu ditambahkan yaitu kesehatan. Biasanya otang sering mencari infomasi perkembangan kesehatan di situs e-magazine. 
Jadi bisa dikatakan Bi-pro magazine sebagai sebuah one stop shopping market di dunia digital. Hanya dengan membuka situs Bi-pro Magazine kita bisa mendapatan berbagai macam informasi.  Bi-pro Magazine membuat pembacanya menjadi lebih pintar.  
Untuk menjadi nomor 1 memang masih banyak yang harus dibenahi dan dihadapi Bi-pro Magazine mengingat umur situs ini belum genap satu tahun.   Persaingan akan semakin ketat dimana ada e-magazine lain yang siap untuk bersaing seperti kompas.com, detik.com, republika.co.id, dan masih banyak lagi.
Hal  ini jelas dalam visinya menjadikan Bi-pro Magazine sebagai situs informasi bisnis dan promosi (bi-pro) nomor 1.  Ada satu yang rasanya perlu ditambah dalam Bi-pro Magazine situs.  Adanya tagline yang mendekatkan diri di hati pembacanya.  Orang akan langsung teringat Nokia ketika membaca Connecting People, Just Do It terbanyak produk Nike atau Yamaha ketika teringat kata Semakin di Depan.  
Seperti kata para ahli branding, tagline erat kaitannya dengan positioning seluruh produk atau jasa.   Nah, untuk Bi-pro Magazine perlu dipikirkan kata apa yang pantas untuk menggambarkan situsnya tersebut.   Bila perlu adakan pula lomba tagline Bi-ProMagazine sebagai langkah mendekatkan diri kepada pembaca sekaligus media promosi.  Seperti yang dilakukan Bi-ProMagazine saat ini dengan menggelar lomba karya tulis bloger dengan hadiahtotal puluhan juta rupiah.
Ini menjadi tantangan bagi Bi-pro Magazine.   Bi-Pro Magazine harus lebih sering mempromosikan diri.  Untuk itu Bi-pro Magazine menjalin kerjasama dengan berbagai media baik online maupun media cetak.  Ini sebuah langkah baik untuk memperluas jangkauan pembaca.  Terus terang, sebagai sebuah media online baru masyarakat masih belum banyak yang mengetahui sepak terjang Bi-pro  Magazine.  Seperti pepatah tua, tak kenal maka tak sayang.
Dengan usia Bi-pro Magazine yang masih sangat muda semua ini akan menjadi tantangan untuk menjadi nomor satu mengingat telah ada situs-situs lain yang ada lebih dulu dan mapan.   Seperti salah bait dalam puisi Wiji Thukul, Maka hanya ada satu kata : lawan!  Pembaca tahu mana yang terbaik buat mereka dan Bi-pro Magazine hadir untuk itu.  
Maju terus, Bi-pro Magazine.  




Rabu, 22 Juli 2009

Mengapa Sayuran Organik Lebih Mahal?


Jangan terlebih dahulu protes tentang harga, kita perlu tahu komponen yang membentuk harga bahan makanan organik ini :
  • Peralihan dari lahan pertanian non organik ke organik membutuhkan waktu rata-rata 3 tahun. Pada awal peralihan ini biasanya tingkat produksi rendah. Karenanya, untuk kompensasi bagi petani, harga produk sedikit meingkat.
  • Biaya untuk menyediakan kemasan khusus untuk meminalisasi kontaminasi.
    Upah bagi pekerja pembuat pupuk dan pestisida alami.
  • Jumlah pekerja lebih banyak dan jam kerja lebih panjang untuk mengawasi lahan daris serangan hama.
  • Risiko kegagalan panen tinggi. Hasil panen rata-rata hanya 70% (produk yangtidak layak konsumsi, dibuang atau dijadikan pupuk). Agar tetap menguntungkan, harga tetap dihitung panen penuh.
  • Biaya sertifikasi (minimal Rp 7 juta untuk masa 3 tahun).
  • Biaya transportasi yang dilengkapi sistem khusus untuk meminimalisasi kontaminasi.Produk organik tak selalu tersedia seperti non organik. Karena, petani perlu waktu untuk melakukan rotasi tanaman, agar potensi tanah tetap terjaga

Rabu, 24 Juni 2009

Berkshire Hathaway Milik Buffet Merugi pada Kuartal Pertama 2009

Siapa yang tak kenal dengan Warren Buffet mantan orang terkaya nomor 1 di dunia (2008) dan sekarang terkaya nomor 2 (dibawah Bill Gates)? Perusahaan investor miliknya Warren Buffet Berkshire Hathaway di Omaha, menyatakan merugi 1,5 miliar dollar pada kuartal pertama 2009. Kerugian itu disebabkan karena telah menghapusbukukan investasinya, ConocoPhillips. Selain itu, Berkshire juga merugi pada transaksi derivatif. Tahun lalu, perusahaan investasi itu masih membukukan keuntungan 900 juta dollar AS. Kerugian perusaahan menjadi 990 dollar AS, turun jauh dari pendapatan bersih per saham kelas A sebesar 607 dollar AS satu tahun yang lalu.
Kerugian tersebut merupakan kerugian pertama Berkshire sejak tahun 2001. Ketika itu, perusahaan ditimpa kerugian asuransi sehubungan dengan terjadinya penyerangan 11 September 2001 (menara World Trade Center). Buffet sebenarnya telah menyadari kesalahannya tahun lalu ketika membelu saham ConocoPhillips dalam jumlah besar ketika harga minyak dan gas mencapai puncaknya. Berkshire menyatakan telah menjual 13,7 dari 79,9 juta saham ConocoPhillips selama kuartal pertama tahun ini. Pendapatan Berkshire turun 9,5 persen pada kuartal ini menjadi 22,8 miliar dollar AS dari tahun lalu 25,5 miliar dollar AS. Berkshire memiliki sekitar 60 anak perusahaan dalam berbagai sektor, mulai dari asuransi, pakaian, perabotan rumah, permen, rumah makan, gas alam, hingga perusahaaan jet. Berkshire juga memiliki saham pada perusahaan besar, seperti Coca-Cola (memiliki sekitar 30% dari seluruh saham) dan Wells Fargo, American Express, Moody's Corp, dan The Washington Post. Banyak anak perusahaan Berkshire, seperti toko perhiasan, Shaw Carpet, Acme Brick, dan Clayton Homes, kinerjanya menurun karena daya beli konsumen berkurang selama krisis ini. Harga terakhir saham kelas A Berkshire sebesar 95.295 dollar AS atau sekita TP 991 juta per saham.

Senin, 22 Juni 2009

Enterpreneur Muda Kelas Dunia


Beberapa tahun lalu, Max Levchin, “pangeran” muda dari Silicon Valley, membeli rumah pertamanya. Sebuah mansion mewah dengan 12 kamar dipuncak bukit seharga US$ 3,4 juta. Bagi Levchin, dana sebesar itu tak ada artinya. Sebab, pria yang kini berusia 33 tahun itu (masih muda ya!) mendapatkan durian runtuh ketika menjaual PayPal, layanan online payment yang digagasnya pada 1998, ke e-Bay seharga US$ 1,5 miliar pada tahun 2002. Namun, ia tidak pernah menempati rumah iti barang sehari pun, tetapi memilih menjualnya dan membeli rumah yang lebih mewah lagi.
Masih di negeri Paman Sam, ada tiga serangkai Steve Chen, Chad Hurley, dan Jawed Karim yang mengagas situs YouTube. Kisah berawal ketika ketiganya bekerja di PayPal. Sewaktu santap malam di apartemen Chen, mereka berkeluh kesah tentang sulitnya menemukan tempat berbagi video di jagat maya, yang diunduh maupun diunggah kapan saja dan di mana saja. Malam itu, mereka berinisiatif untuk memulai proyek situs kecil-kecilan sebagai badan hukum. Akan tetapi, hampir mirip dengan pengalaman Levchin, mereka menjual YouTube ke Google seharaga US$ 1,7 miliar pada 2006.
Berbeda dengan Levchin, Mark Zuckerberg memilih untuk tetap mempertahankan situs jejaring sosial yang digagasnya Facebook. Dan, ia memilih tetap tinggal di apartemennya yang sederhana ketimbang membeli apartemen yang lebih mewah. Menurut Forbes, Zuckerberg yang baru berusia 25 tahun pada Mei lalu ini, merupakan salah satu orang terkaya di dunia dengan taksiran kekayaan mencapai US$ 1,5 miliar. Oleh sebab itu wajar jika majalah Forbes menjuluki Zuckerberg sebagai “The Youngest ‘Selfmade’ Billionaire on Planet" (foto atas). Ia adalah miliader termuda di dunia dengan menghasilkan kekayaan dari usahanya sendiri dan bukan dari warisan orangtua.

Always Coca Cola


Perusahaan Coca Cola eksis untuk memberikan dan menyegarkan mereka yang disentuh olehnya, Penawaran rencana dasarnya sederhana, solid, dan tidak mengenal waktu.
‘Jikalau kita dapat memberikan kesegaran, value, kebahagiaan, dan kesenangan kepada investor kita, maka kita dengan sukses dapat merawat dan melindungi meeka kita, khususnya Coca Cola. Itu adalah kunci dalam memenuhi tujuan utama kita untuk memberikan pengembalian keuntungan konsisten kepada para pemilik bisnis kita.’
Coca Cola diciptakan di Atlanta, Georgia, oleh ahli farmasi lokal bernama Dr. John S. Pemberton, yang memproduksi sirup cola dan membawanya ke Jacob Pharmacy dan menjual seharga lima sen satu gelas sebagai minuman soda. Nama Coca Cola dan skrip uniknya ditawarkan oleh temannya, penjual buku lokal bernama Frank Robinson, dimana ia setuju bahwa dengan dua C akan terlihat bagus pada billboard iklan. Merek tersebut didaftarkan sebagai sebuah trademark pada tahun 1887. Pada tahun 1895, merek tersebut sudah tersedia di seluruh daerah Amerika Serikat, dan pada tahun 1899 sudah ditetapkan sebagai operasi franchise minuman botol.
Kronologi pemasaran Coca Cola seperti dibaca dalam sejarah pemasaran, dari saat awal sewaktu tergantung di luar toko farmasi dengan logo berwarna merah putih, melalui penciptaan image modern merah putih dari Santa Claus, sampai pada iklan terkenal yang menampilkan lagu I’d Like to Buy the World a Coke, yang dinyanyikan di puncak bukit di Italia oleh orang-orang muda di seluruh dunia.


I’d like to buy the world a home
And furnish it with love
Grow apple trees and honey bees
And Snow white turtle doves
I’d like to teach the world to sing
In perfect harmony
I’d like to buy the world a coke
And keep it company
That’s the real thing

(Sumber : coca-cola.com)


Kini perusahaan menawarkan sebuah portfolio yang terdiri dari atas 400 macam minuman, membawa tantangan berarti untuk mengetahui di mana mereka harus menfokuskan usaha.