Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juli 2009

Bunga Tidur Kaum Pria


Panasaran, apa yang bergolak di alam bawah sadar pria saat mereka tertidur pulas? Dalam penelitian disertasinya, psikolog Jannie Parker dari University of West England menemukan bahwa kaum pria kerap memimpikan aktivitas seksual. Sifat alami, seperti ego yang besar, juga membuat pria kerap menjadi tokoh pengontrol atau penguasa dalam mimpi-mimpinya. Bertolak belakang dengan pria, wanita justru kerap menjadi objek penderita atau tokoh figuran dalam mimpi-mimpinya. Jennie juga menyimpulkan, wanita lebih sering bermimpi buruk. Pemicunya, kebiasan wanita yang tidak suka terus terang dan suka menyimpan perasaan. Makanya, ekspresikan saja. Buat kaum pria, pikirannya jangan ngeres melulu, he..he..

Kamis, 11 Juni 2009

Temperamen Manusia menurut Immanuel Kant.


Menurut Immanuel Kant, temperamen manusia dapat dibedakan dalam 4 (empat) golongan :
  1. Sanguinis. Tipe ini bisanya memiliki suasana perasaan yang selalu penuh harapan. Pandanganya terhadap segala sesuatu berubah-ubah, kadang memandang penting tapi sebentar kemudian dianggap sudah tidak penting. Sanguinis mudah membuat janji tapi jarang ditepati. Positifnya seorang sanguinis senang menolong orang lain, walau tidak suka kalau dijadikan sandaran. Dalam pergaulan dikenal peramah dan periang. Kalau membuat kesalahan sulit bertaubat. Menghadapi persoalan serius akan cepat bosan, tetapi jalau mengenai permainan atau hiburan tidak pernah jemu.
  2. Melancholis. Seorang melancholis selalu memandang penting segala hal yang menyangkut dirinya, disertai dengan praduga dan syak wasangka. Jika menghadapi sesuatu masalah yang dipandang selalu negatif dan kesukarannya (negative thinking), Tidakmuda membuat janji tapi selalu berusaha ditepati. Sulit merasa puas dan seringkali tidak suak melihat kebahagiaan orang lain.
  3. Choleris. Seorang choleris cepat naik darah walau cepat juga padamnya. Dalam bertindak terkesan grasa grusu tapi tidak tahan lama (tidak konstan). Suka memerintah dan senang dipuji. Sering bersikap pura-pura dan formal. Dalam berpakaian selalu rapi dan necis supaya dipandang baik oleh orang lain.
  4. Phlegmatis. Lambat panas, tapi lambat juga dinginnya. Tidak cepat naik darah tapi kalau sudah marah bisa lama redanya. Pembawaannya tenang, kalem, dan berkepala dingin. Bisanya cocok untuk tugas-tugas ilmiah, seperti menjadi seorang peneliti.

Yang manakan Anda?

Manusia menurut Edward Spranger


Menurut Edward Spranger, manusia dapat digolongkan menjadi enam jenis berdasarkan nilai-nilai yang dianutnya :

  1. Manusia Teori. Seorang intelektual sejati, manusia ilmu. Tujuan yang dikerjarnya adalah pengerahuan yang obyektif. Tidakpeduli pada segi moral ataupun keindahan. Tidak mata duitan, tidak tertarik pada politik, dan tidak suka bergaul.
  2. Manusia Ekonomi. Manusia ekonomi hanya tertarik pada hal-hal yang menguntungkan dirinya. Menilai segala sesuatu hanya dari segi kegunaan dan nilai ekonomisnya. Mereka seringkali bersikap egosentris.
  3. Manusia Estetis. Biasanya seorang impresionis yang menghayati hidupnya secara pasif, walau dia dapat juga menjadi seorang ekspresionis yang mewarnai segala kesan yang diterimanya dengan pandangan jiwa subyektifnya. Baginya yang nomor satu adalah keindahan.
  4. Manusia Agama. Manusia yang masuk golongan ini mengukursegala sesuatu dari kehidupan rohaniah pribadinya. Ingin mencapai keselarasan antara pengalaman batin dari hidup ini.
  5. Manusia Sosial. Sifat yang menonjol dari manusia tipe ini adalah kebutuhannya yang besar akan kehadiran orang lain. Butuh hidup di tengah manusia lain dan hasratny ayang mengabdi pada kepentingan umum. Nilai terpenting yang dianutnya adalah cinta terhadap sesama manusia.
  6. Manusia Kuasa. Dorongan pokoknya adalah ingin berkuasa. Selalu mengejar kesempatan untuk dapat menguasai orang lain.

Hierarchy of Needs (Abraham Maslow)

Abraham Maslow dikenal sebagai pelopor aliran psikologi humanistik. Maslow percaya bahwa manusia tergerak untuk memahami dan menerima dirinya sebisa mungkin. Teorinya yang sangat terkenal sampai hari ini adalah teori tentang Hierarchy of Needs (Hirarki Kebutuhan). Menurut Maslow, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki, mulai dari yang paling rendah (bersifat dasar/fisiologis) sampai yang paling tinggi (aktualisasi diri). Adapun hirarki kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut (mulai piramida paling bawah) : Kebutuhan fisiologis → Kebutuhan akan rasa aman dan tentram → Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi → Kebutuhan untuk dihargai → Kebutuhan untuk aktualisasi diri.