Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Desember 2009

Hujan Meteor hingga 17 Desember

Hujan Meteor di Bumi yang terlihat dalam beberapa malam terakhir akan berlangsung hingga 17 Desember 2009. Munculnya meteor itu terjadi akibat melintasnya Bumi pada orbit Phaeton, yang dulunya merupakan komet. Hujan meteor yang muncul sejak awal pecan lalu tidak membahayakan bagi kehidupan di Bumi karena akan habis terbakat di atsmosfir. Selubung komet Phaeton yang telah habis terhambur menjadi “debu” sepanjang orbitnya. Debu itu penyebab munculnya hujan meteor ketika Bumi melintasinya pada 7 hingga 17 Desember 2009. Hujan meteor yang berada pada posisi rasi Gemini atau pada arah timur laut Bumi akan dapat terlihat dengan mata telanjang ketika langit bersih, umumnya pada dini hari. Debu komet itu akan memunculkan ratusan cahaya meteor yang tampak bagai bintang jatuh di angkasa.

Selasa, 23 Juni 2009

Suhu Permukaan Bulan


Suhu permukaan Bulan berubah-ubah setiap harinya. Ketika siang hari di bulan (yaitu saat bulan purnama di Bumi) suhunya bisa di atas 100 C, air akan mendidih pada suhu ini. Sedangkan malam hari di Bulan (saat Bulan tak nampak atau mati di Bumi) suhunya sangat dingin sekitar -147 C. Perbedaan yang sangat tajam ini karena Bulan tidak mempunyai lapisan atmosfir seperti di Bumi.

Kamis, 11 Juni 2009

Bintang Sirius dan White Dwarf


Sirius adalah bintang yang paling terang di langit malam. Berjarak 8,7 tahun cahaya, cahanya 20 kali lebih terang dan dua kali lebih masif (padat) dari matahari kita. Pada tahun 1862, diketahui bahwa Sirius merupakan sebuah sistem bintang ganda yang diedari oleh pasangannya yang jauh lebih redup dari bintang induknya. Bintak pasangannya – yang kemudian dinamai Sirius B – ini merupakan bintang kerdil putih (White Dwarf) yang pertama kali ditemukan. Pada tahun 1915, observasi dan eksperimen dari W. Adams dari observatorium Mt. Wilson berhasil membuktikan bahwa Sirius B memiliki ukuran yang sangat kecil (hanya 2% dari Matahari kita), namun cahayanya 4 kali lebih cemerlang. Temperaturnya beberapa ribu derajat lebih panas dari Matahari dan hanya sedikit lebih dingin dari bintang induknya, Sirius A.
Bintang kerdil putih umumnya memiliki massa yang hampir setara dengan Matahari kita namun memiliki diameter 40 hinga 50 kali lebih kecil dengan kerapatan (densitas) yang luar biasa tinggi. Sirius B sendiri memiliki kerapatan 90.000 kali Matahari, dan 125.000 kali kerapatan air. Satu inci kubik material bintang tersebut memiliki berat sekitar 2,25 ton! Sirius B hanya berdiameter 19.000 mil (membuatnya lebih kecil dari planet Uranus dan Neptunus di dalam tata surya kita) dan 10.000 kali lebih redup dari induknya. Ia mengorbit Sirius A dalam lintasan berbentuk elips. Pengukuran oleh K. Rakos menggunakan teleskop berdiameter 1 meter pada observatorium La Silla di Chili menemukan banyak bukti bahwa sebelum menjadi bintang kerdil putih sebagaimana keadaan saat ini, Sirius B sempat mengalami tahapan sebagai bintang Raksasa Merah (Red Giant) pada sekitar 2000 tahun yang lalu. Dalam tahapan ini, cahaya merah dari Sirius B menutupi cahaya putih kebiruan dari bintang induknya. Apabila diamati dengan mata telanjang dari bumi, saat itu Sirius terlihat berwarna merah terang. Ini menjelaskan mengapa dalam dokumen astronomi kuno, Sisrius disebut sebagai “bintang merah”.

Christiaan Huygens Menemukan Titan

Titan adalah bulan terbesar milik planet Saturnus. Titan ditemukan pada 25 Maret 1955, oleh seorang ahli astronomi Belanda Christiaan Huygens. Ahli sejarah umumnya mengaitkan Huygens dengan revolusi ilmiah. Titan merupakan satelit pertama di tata surya yang ditemukan setalah bulan Galileo milik Jupiter. Titan adalah salah satu dari sedikit bulan, bersama dengan bulan Saturnus Eceladus, di tata surya kita yang memiliki atmosfer signifikan. Titan memiliki jarak nyata antara +7,9 dan +8,7 dan menjangkai jarang angular kira-kira 20 garis tengah Saturnus dari planet tersebut. Titan dapat diamati dengan menggunakan teleskop kecil yang berdiameter lebih dari 5 cm atau teropong kuat. Titan memiliki ukuran yang lebih besar ketimbang Planet Merkurius dan satelit alam terbesar kedua di tata surya setelah Ganymede. Awalnya Titan diperkirakanlebih besar ketimbang Ganymede, tapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa atmosfer tebalnya telah mematulkan banyak cahaya sehingga menyebabkan perkiraan melampaui dari diameternya. Seperti sejumlah satelitlainnya, Titan juga lebih besar dan berat daripada Pluto.