Selasa, 21 Juli 2009

Bunga Tidur Kaum Pria


Panasaran, apa yang bergolak di alam bawah sadar pria saat mereka tertidur pulas? Dalam penelitian disertasinya, psikolog Jannie Parker dari University of West England menemukan bahwa kaum pria kerap memimpikan aktivitas seksual. Sifat alami, seperti ego yang besar, juga membuat pria kerap menjadi tokoh pengontrol atau penguasa dalam mimpi-mimpinya. Bertolak belakang dengan pria, wanita justru kerap menjadi objek penderita atau tokoh figuran dalam mimpi-mimpinya. Jennie juga menyimpulkan, wanita lebih sering bermimpi buruk. Pemicunya, kebiasan wanita yang tidak suka terus terang dan suka menyimpan perasaan. Makanya, ekspresikan saja. Buat kaum pria, pikirannya jangan ngeres melulu, he..he..

Sati

Upacara kremasi di Kasdol, 125 kilomter dari Raipur, ibukota Negara Bagian Vhhattisgarh, India, menjadi histeris. Saat keluarga yang berduka meinggalkan kobaran api di tepian Sungai Shivnath yang membakar tubuh sang suami, mendadak Lalmati Verman (71) melompat ke kobaran api. “Dia dengan cepat menjadi abu,” ujar BR Mardawi, polisi di Kasdol. Verman melakukan “sati”, yakni istri yang setia sehidup semati dengan suaminya. Tiga putranya yang ada di sana tidak menyadari niat ibu mereka. “Sati” sudah dilarang sejak penjajahan Inggris di India tahun 1829. India memperketat "sati” tahun 1987 saat seorang perempuan muda melompat ke kobaran api yang membakar tubuh suaminya.

Selasa, 14 Juli 2009

Mobil Anggur Pangeran Charles


Putra Mahkota Kerajaan Inggris, Pangeran Charles, mengubah bahan bakar mobil Aston Martinnya menggunakan bahan bakar nabati yang ramah lingkungan. Yang menarik, biofuel yang dipilihnya berasal dari surplus produksi minuman anggur. Mobil berusia 38 tahun itu adalah hadiah ulang tahunnya yang ke-21 dari Ratu Elizabeth. Sang pangeran mengonversi mobil itu sehingga dapat menggunakan bioetanol 100 persen untuk mengurangi emisi karbonnya, demikian diungkapkan Clarence House pada Selasa lalu. “Charles hanya bepergian 200-300 mil setahun menggunakan Astonnya, tapi dia ingin mobil itu ramah lingkungan,” kata Sir Michael Peat, chief aide sang pangeran. “Kebetulan pemasok bioetanol kami membuatnya dari kelebihan produksi anggur.”
Bahan bakar nabati itu dipasok oleh Green Fuels Limited, perusahaan Inggris yang sebelumnya menyediakan biodiesel untuk kereta api kerajaan. Anggur yang digunakan untuk Aston Martin itu berasal dari kebun anggur di dekat Highgrove Estate, tempat kediaman Charles. Selain mengubah Aston Martinnya, Chales, 59 tahun, mengubah mobilnya yang lain, yaitu beberapa Jaguar, sebuah Audi, dan satu Range Rover. Kini mobil-mobil itu berbahan bakar 100 persen biodiesel yang terbuat dari minyak sayur.
Detail penggunaan biofuel itu diungkapkan kepada publik dalam laporan tahunan urusan tumah tangga Charles pada 2008, yang memerinci pendapatan dan kegiatannya selama 2007. Selama tahun itu, Charles, yang dikenal memiliki minat yang besar terhadap isu lingkungan, berhasil mengurangi emisi karbon sampai 18 persen setelah beralih memakai listrik ramah lingkungan dan memangkas emisi yang berasal dari perjalanan.

Dicari : Seorang Suami


Seorang perempuan China, Wang Guiying, baru mulai memikirkan berumah tangga setelah mencapai usia 107 tahun. Harian Chongqing Comemrcial Timer, mengutip Wang, memberitakan dia bermaksud menikah dengan pria yang juga sudah bersuai satu abad hanya agar dia bisa punya teman untuk saling berbagi cerita. Wang yang lahir di Provinsi Guizhou, China Selatan, ini mengaku takut menikah seaktu masih remaja karena trauma melihat paman dan seorang tetangganya sering memukul isteri mereka. “Sepertinya pernikahan itu suatu yang sangat menakutkan,” ujarnya. Namun kini, Wang mengaku khawatir dan tak ingin menjadi beban, baik bagi sepupu maupun keponakannya yang juga sudah beranjak tua. Apalagi, Wang kian menjadi beban sejak kakinya patah saat berusia 102 tahun dan dia tak sanggup lagi mencuci sendiri pakaiannya. “Saya sudah berusia 107 tahun dan saya masih belum menikah,” ujar Wang seperti dikutip media. “Apa yang akan terjadi kalau saya tidak buru-buru untuk menemukan seorang suami?” katanya. Sejumlah pejabat yang mendengar keinginan Wang berusia membantunya mendapatkan suami. Yang pasti, sang suami juga harus berusia satu abad atau lebih. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali ya, Nek. Masalahnya, stok bujangan yang berusia satu abad atau lebih stoknya terbatas sekali. Kalau sudah dapat suami, malam pertamanya gimananya ya? He..he..he..

Google Terjemahkan Bahasa Persia


Mesin pencari Google kini beroperasi dalam 42 bahasa berbeda dengan diluncurkannya perangkat untuk menerjemahkan bahasa Persia ke dalam bahasa Inggris atau sebaliknya, akhir pekan lalu. Pelunciran proyek perangkay penerjemah itu sengaja dipercepat karena tingginya minat untuk mengetahui perkembangan yang terjadi di Iran setelah Pemilihan Umum. Pada saat yang sama, situ jejaring terbesar di dunia, Facebook, juga meluncurkan versi Persia. Kedua perusahaan menyatakan berharap langkah yang mereka ambil dapat memperbaiki akses informasi dan komunikasi.
“Banyak orang yang ingin mengetahui peristiwa yang terjadi di Iran dan orangingin mengetahui apa yang terjadi di dalam dan di luar negara itu,” kata ilmuwan utama Google, Franz Och, kepada BBC. “Mereka menyediakan akses informasi antarbahasa ini akan amat berguna.”
Google menekankan bahwa mereka sama sekali tidak memiliki motivasi politik apa pun dengan menambahkan bahasa Persia ke dalam Google Translate. Tujuan utama mereka adalah memfasilitasi komunikasi dan arus informasi. Och mengatakan timnya telah bekerja keras selama beberapa hari terakhir untuk mempercepat tersiarnya layanan penerjemahan bahasa Persia. Hasilnya, perangkat penerjemahannya telah mencapai tingkat kesempurnaan sampai 80 persen. “Ini dilakukan dengan memakai mesin penerjemah yang secara umum tidak sebaik terjemahan yang dilakukan manusia sehingga untuk beberapa bahasa, kualitasnya masih campur aduk,” kata Och. “Untuk behasa Spanyol ke Inggris, terjemahannya sudah baik, tapi untuk bahasa lain cukup sulit karena kami kekurangan data buat membangun sistemnya.”

Dipecat Gara-Gara Facebook

Anda tengah tergila-gila Facebook? Hati-hati, jangan sampai kena batunya seperti dialami pegawai asuransi di Zurich, Swiss ini. Arena gaul di dunia maya yang digilai lebih dari 35 juta anggotanya ini memang menawan hati. Tak heran jika karyawan, pegawai, wartawan, dan artis sehari-hari berkutat di belakang komputer ramai bergunjing di Facebook. Akan tetapi, perempuan pekerja asuransi ini justru kehilangan pekerjaannya gara-gara ber-Facebook-ria saat mangkir kerja, meminta izin kepada bos tak masuk kerja dengan alasan sakit. Ia bilang tidak bisa bekerja di depan komputer lantaran perlu berbaring dalam kegelapan karena sakit yang tidak dijelaskan sakit apa itu. Apa yang terjadi? Ternyata pada hari mangkir sakit, ia kedapatan aktif di Facebook. Karuan saja, Nationale Suisse, tempat perempuan itu bekerja, mengambil tindakan tegas : si perempuan itu dipecat lantarana telah meruntuhkan kepercayaan terhadap sesama karyawan.

Jumat, 10 Juli 2009

Survei Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Wah, baru bisa posting lagi hari ini. Minggu-minggu ini sibuk. Selain sibuk pilpres (meski hanya sebagai pemilih, he..he..), sibuk juga survey Jalur Lebaran. Kali ini bekerja sama dengan Departemen Pekerjaan Umum dan Departemen Perhubungan melakukan survey di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Dari Bandara Ahmad Yani Semarang, saya dijemput staf Departemen Pekerjaan Umum dan Konsultan. Dari Semarang menuju Kaliwungu – Kendal – Cepiring – Weleri – Subah – Batang (Alas Roban) – Pekalongan – Pemalang – Tegal – Brebes – Tanjung – Losari (Batas Jabar). Mulai Tegal jalan agak bergelombang dan berlubang pada beberapa bagian. Makan soto Kudus di Losari dan the poci. Tapi rasa soto Kudus kok lain yah (ngga seperti aslinya) tapi lumayanlah menghangatkan perut. Sejak turun di Bandara, perut belum sempat diisi lagi.
Dari Losari kembali lagi ke arah Tanjung. Berhubung ada kemacatan di daerah Brebes dan Tegal karena adanya perbaikan dan duplikasi jembatan (Jembatan Gogo, Babadan, Sudodadi, dan satu jembatan lagi lupa), maka dipilih jalur alternatif melalui Ketangguhan – Slawi – Balapulang – Margasari – Prupuk – Bumiayu – Ajibarang. Nah sampai sini istirahat untuk makan malam dan cari hotel (agak susah juga karena AJibarang kota kecil).
Hari kedua dari Ajibarang – menuju Wangon – Karangpucung – Majenang – Wanareja (Batas Jabar). Jalannya rusak ringan hingga rusak sedang dan saat ini dalam perbaikan. Sudah beristirahat sebentar di Jembatan perbatas Jateng dengan Jabar (di Jawa Tengah ada Patung Diponegoro di Jawa Barat ada Patung……..wah, kok lupa). Dari Wanareja kembali ke Ajibarang dan langsung menuju Purwokerto – Sokaraja – Purbalingga – Klampok – Mandiraja – Banjarnegara – Selokromo – Wonosobo – Kretek - Parakan – Temanggung – Magelang. Di Magelang menginap di Hotel Sriti. Besok pagi melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta (terutama lewat ring road uatara dan selatan) sampai ke Giriwoyo (Batas Jatim).
Dari Giwoyo kembali lagi ke arah Yogyakarta. Sempat makan siang dengan nasi rames sebentar di Giritengah. Sambung lagi ke arah Kutoarjo – Butuh – Prembun – Kebumen – Karanganyar – Gombong – Tambak – Sumpiuh – Buntu – Rawalo – Purwokerto. Dari Purwokerto naik KA. Malangnya, saya tidak mendapatkan tiket duduk, terpaksa membeli tiket berdiri. Daripada harus kembali ke Semarang lagi (cape). Naik kereta bisnis memang melelahkan apalagi kalau harus gelar koran di lantai. Tapi enjoy aja….. Mudah-mudahan hari Senin sudah bisa posting tulisan yang baru.