Kamis, 18 Juni 2009

Cerita tentang Majapahit


Majapahit adalah kerajaan besar yang didirikan oleh Raden Wijaya tahun 1294 Masehi di hutan Tarik, yang diperkirakan lokasinya saat ini ada di situs Trowulan. Hegemoni Majapahit tercapai saat Raja hayam Wuruk bergelar Rajasanagara memerintah Majapahit pada 1350-1389. Mejapahit adalah kerajaan agro-maritim yangmultikultural. Perdagangan terjadi, baik lokal, antarpulau, atau internasional, melibatkan pedagang dari berbagai daerah. Hal ini menciptakan kondisi multikultural di Majapahit menjadi pertemuan dan pencampuran aneka unsur budaya “pendatang” dan lokal. Kondisi multikultural ini terjalin dengan proses-proses politik di Majapahit, sejalan dengan “politik Nusantara” Gajahmada untuk memperluas dan menyatukan wilayah Majapahit, yang dicetuskan sebagai ‘Sumpah Palapa’ di hadapan Ratu Tribhuwanotunggadewi, ibu Raja Hayam Wuruk. Dinamika politik-bidaya ini dipertahankan khsusunya oleh Raja Hayam Wuruk yang mempertahankan hegemoni majapahit meski harus bekerja sendiri selama 25 tahun tanpa dampingan Gajahmada yang meninggal tahun 1364.
Dengan wafatnya Hayam Wuruk tahun 1389, kerjaan Majapahit memudar karena ada konflik internal, perebutan kekuasaan. Meski demikian, kondisi multikultural tetap dipertahankan, khususnya dalam bidang agama. Hayam Wuruk dan raja-raja Majapahit lainnya amat menghargai multiagama yang berkembang saat itu. Dalam Nagarakartagama, kitab kakawin gubahan Mpu Prapanca, disebut empat macam agamawan yang disebut caturdwija, yaitu para rsi (pertapa), saiwa (pendeta Siwa), sogata (pendeta Buddha), dan mahabrahmana (pendeta Saiwa, ahli Weda yang datang dari India dan bergelar Brahmaraja). Mereka dihargai. Para rsi diperkenankan mendirikan pusat-pusat pendidikan agama yang dikenal sebagai mandala atau kadewaguruan, terletak jauh dari keramaian. Jumlah kadewaguruan kian banyak setelah masa Hayam Wuruk dan menjadi pusat percampuran budaya India dan budaya lokal. Banyak mitos tentang dea-dewi yang tidak pernah didengar di India dijumpai di Jawa. Orang Majapahit dengan sadar menciptakan dewa-dewi baru, dan dalam karya sastra bernama Tantu Pangelaran secara implisit disebut perubahan terjadi karena “dewa-dewa Jambhudwipa telah menjadi dewa-dewa Jawa,” karean puncak Gunung Mahameru dipindah ke Pulau Jawa.
Ini mengakibatkan muncul budaya Majapahit yang amat unik. Candi-candi bestruktur “kaki berundak teras” tiruan Mahameru muncul di mana-mana, antara lain di Candi Jago, Candi Jawi, Candi Panataran, dan candi-candi para rsi di lereng-lerang gunung. Relief rasaksi Durga Ranini yang bertaring, berambut gimbal, wujud kutukan suaminya, Bhatara Guru, kepada Uma yang selingkuh (di India Uma adalah contoh isteri yang setia). Karya sastra kakawin, kakawin Arjunawijaya, kakawin Sutasoma dengan "bhinneka tungal ika”-nya, kakawin Siwaratrikalpa, sastra Kidung, sastra prosa di antaranya cerita Calon Arang yang amat dikenal di Bali dan lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar