Kamis, 04 Juni 2009

Sejarah SPAM

Selama ini kita mengenal spam sebagai anggota dari geng malware, di samping virus dan dialer. Spam didefinisikan sebagai program bandel, dokumen atau pesan yang bisa membahayakan komputer - salah satu bahaya dari internet yang menduduki posisi teratas dalam catatan kejahatan komputer.Bagaimana istilah "spam" bisa muncul ke permukaan? Mungkin banyak orang yang tak menyangka bahwa kata "spam" berasal dari nama makanan kaleng. Lalu apa hubungannya dengan film komedi Monty Phyton hingga bisa menjadi istilah untuk kejahatan komuter atau malware?
Makanan Kaleng dan Monty Phyton.
Awalnya, istilah "spam" dipakai untuk menyingkat nama produk daging kalengan keluaran sebuah perusahaan pembuat makanan kaleng, Hormel Foods. Nama produk tersebut adalah "Shourder Pork and hAM" atau "SPiced hAM". Apa hubungannya dengan Monty Phyton, salah satu film komedi Inggris? Dalam salah satu serial film tersebut, judulnya Monty Phyton's Flying Circus, ada satu adegan yang berseting di sebuah kafe dengan menu-menu yang mengandung spam, daging kaleng murahan.Sepasang suami istri masuk ke dalam kafe. Sang suami bertanya pada pelayan, menu apa saja yang ada di sana. Si pelayan menjawab, "Well, there's egg and spam, egg bacon and spam, spam bacon sausage and spam, spam egg spam spam bacon and spam, spam sausage spam spam bacon...".
Belum selesai si pelayan membacakan menu, sekelompok orang Viking yang ada di sana mulai menyanyi, "Spam, spam, spam, spam, spam, lovely spam! Wonderful spam!" Mereka terus bernyanyi sampai akhirnya si pelayan menyuruh mereka berhenti. Dari cerita di atas, istilah "spam" memperoleh arti baru; sesuatu yang dilakukan berulang kali dan sifatnya mengganggu.


Spam Pertama
Email spam pertama ditemukan pada tahun 1978. Saat itu, Arpanet, jaringan internet pertama, sudah menyediakan jaringan email untuk sejumlah orang, lembaga pemerintahan dan universitas. Email spam tersebut dikirim oleh perusahaan Digital Equipment Corporation ke semua alamat di Arpanet untuk mengiklankan mesin DEC-20-nya. DEC kemudian dibeli oleh Compaq, yang sekarang telah menjadi bagian dari Hewlett-Packard.Email spam terbesar muncul pada tanggal 18 Januari 1994, dikirimkan ke semua newsgroup di USENET dengan subjek: Global Alert for All: Jesus is Coming Soon.

Di USENET, siapa saja bebas untuk mem-posting pesan ke lebih dari satu newsgroup. Email religius ini dikirim oleh Clarence Thomas, administrator sistem di The Andrews University, sebagai bentuk kekecewaan dan protesnya terhadap institusi tempat ia bekerja. Istilah "spam" mulai terkenal pada April 1994, saat Canter dan Siegel, dua orang pengacara dari Phoenix, memasang informasi layanan mereka di iklan "green card", sebuah sistem lotere online di Amerika. Kemudian, mereka membayar programmer untuk menyusun skrip sederhana yang bisa memasukkan iklan mereka ke setiap newsgroup di USENET. Canter dan Siegel banyak mendapat protes dari orang-orang yang merasa terganggu dengan ulah mereka. Sejak itu, orang-orang mulai menggunakan kata "spam" yang dihubungkan dengan banjir pesan dan iklan online yang tak berguna.Spam sebagai MalwareSelain mengesalkan, spam juga membayahakan komputer. Spam bisa menyebabkan kerugian finansial berupa sejumlah jam kerja yang hilang di seluruh dunia setiap harinya, yang digunakan user untuk menghapus semua email tak berguna ini, tanpa atau dengan membacanya terlebih dahulu.
Spam sering membawa virus atau malicious code. Ciri spam mudah kita kenali karena isi atau subyeknya selalu menggunakan kata-kata menarik untuk menawarkan sesuatu. Untuk menangkal serangannya, kita perlu sebuah program antivirus yang dilengkapi dengan aplikasi filtering. Ternyata setiap istilah memiliki sejarahnya sendiri. Pastinya untuk mengadopsi istilah tersebut diperlukan sosialisasi kepada masyarakat, dan butuh waktu yang cukup lama untuk membiasakannya. Siapa sangka istilah "spam" justru diambil dari nama produk makanan kaleng, satu hal yang sama sekali tak ada hubungannya dengan komputer?

(Restituta Ajeng Arjanti / Tabloid PCplus No. 155 Tahun IV, 09 - 15 Desember 2003)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar